
Kerajinan Batok Kelapa
Tempurung kelapa dibersihkan, dihaluskan, lalu dibentuk menjadi wadah maupun pernak-pernik rumah tangga.
- Bahan:
- Batok kelapa pilihan
- Guna:
- Wadah, hiasan, suvenir
Kerajinan · Dusun Segelan
Batok kelapa, bilah bambu, dan bahan alam sekitar, diolah warga Dusun Segelan menjadi kerajinan bernilai — dengan tangan, dan keterampilan yang diwariskan turun-temurun.
Tanya via WhatsApp
Kenalan Dulu
Selain biting bambu dan kopi, warga Dusun Segelan, Desa Balesari, juga terbiasa mengolah bahan-bahan yang ada di sekitar rumah, salah satunya batok kelapa yang biasanya terbuang, menjadi beragam kerajinan tangan.
Prosesnya dikerjakan manual di rumah masing-masing, dari memilih bahan, membentuk, sampai menghaluskan hasil akhir. Tidak ada mesin pabrik yang terlibat, hanya tangan dan ketelatenan pengrajin.
Keterampilan ini diwariskan dari orang tua ke anak, dari tetangga ke tetangga, sama seperti biting bambu dan kopi. Bagi warga, kerajinan tangan bukan sekadar sampingan, tapi juga bagian dari keseharian dan identitas dusun.
Kenapa Bahan Lokal?
Batok kelapa, misalnya, sering dianggap sisa dapur yang dibuang begitu saja. Di tangan warga Segelan, bahan seperti ini justru diberi nilai tambah, diolah jadi kerajinan yang bisa dipakai maupun dipajang.
Material Palette
Sebelum menjadi karya, semuanya berawal dari bahan yang tersedia di lingkungan Dusun Segelan.
Tempurung kelapa yang biasanya jadi sisa dapur, dibersihkan dan dihaluskan jadi bahan utama.
Bahan yang sama dengan biting, dianyam dengan cara berbeda untuk hasil kerajinan lain.
Bahan lain di sekitar dusun, dipakai menyesuaikan ketersediaan dan jenis kerajinan.
Katalog Karya
Beberapa jenis kerajinan yang biasa dibuat warga Dusun Segelan. Ketersediaan, ukuran, dan bentuk bisa berbeda tiap pesanan, silakan konfirmasi langsung lewat WhatsApp.

Tempurung kelapa dibersihkan, dihaluskan, lalu dibentuk menjadi wadah maupun pernak-pernik rumah tangga.

Bilah bambu dianyam menjadi perabot dan wadah sederhana untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahan-bahan alam yang tersedia di sekitar dusun diolah warga menjadi suvenir dan pernak-pernik khas.

Terbuka untuk pesanan sesuai kebutuhan. Desain, ukuran, dan jumlah bisa didiskusikan langsung dengan pengrajin.
Detail bahan, ukuran, dan harga pada tiap produk bersifat gambaran umum. Untuk spesifikasi dan ketersediaan terbaru, silakan hubungi kami.
Material to Product
Prosesnya kelihatan sederhana, tapi tiap tahap butuh ketelatenan supaya hasil akhirnya rapi dan tahan lama.
Pengrajin memilih bahan alam sekitar, seperti batok kelapa atau bilah bambu, dengan kualitas yang paling sesuai untuk diolah.
Bahan dibersihkan dan dipilah lebih dulu, memisahkan mana yang layak lanjut ke tahap pengolahan.
Bahan dipotong, direndam, atau dihaluskan sesuai kebutuhan, tergantung jenis kerajinan yang akan dibuat.
Bahan dibentuk oleh tangan pengrajin menjadi wadah, hiasan, atau produk lain sesuai desain yang diinginkan.
Tahap akhir berupa penghalusan permukaan dan pemeriksaan mutu, supaya hasil kerajinan rapi dan siap dipakai.
Sebelum & Sesudah
Potret sederhana bagaimana bahan mentah berubah wujud menjadi kerajinan siap pakai.


Craft Statistics
Bukan produksi massal — tiap barang lewat tangan orang yang sama, dari awal sampai akhir.
100%
buatan tangan, tanpa mesin pabrik
Turun-Temurun
keterampilan antargenerasi
4 Jenis
ragam karya yang bisa dipesan
Setiap produk melewati proses pengerjaan langsung oleh tangan pengrajin.
Memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pengetahuan dan teknik pengerjaan diwariskan dari generasi ke generasi.
Documentation Wall
Cuplikan suasana dan proses kerajinan tangan warga Dusun Segelan.
Suasana dusun
Proses pengolahan
Hasil karya
Bahan baku
Detail tekstur
Cerita di Balik Karya
Warga tidak sekadar membuat barang. Ada proses memilih, mencoba, dan memperbaiki, sebelum sebuah bahan sederhana pantas disebut karya.
“Bahan seadanya, asal telaten, bisa jadi sesuatu yang berguna.”
Kami terbuka untuk pemesanan, kunjungan, maupun kerja sama.
Hubungi via WhatsApp